Skip to content

SOSIAL BUDAYA

Masyarakat Jambi terbentuk dari perpaduan berbagai kelompok etnik baik penduduk asli maupun pendatang. Penduduk asli Jambi terdiri atas suku bangsa Kubu (anak dalam), Kerinci, Bajau, Batin, Orang Penghulu, Suku Pindah dan Orang Melayu. Sedangkan masyarakat pendatang berasal dari Palembang, Minangkabau, jawa, Bugis, Banjar, Batak, Flores dan sebagainya. Selain itu terdapat pula pendatang dari luar (asing) seperti Orang Arab, India, dan Tionghoa.

Suku Kubu ini dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu Kubu yang masih berpindah-pindah  dan yang sudah menetap. Kehidupan mereka masih sederhana. bagi Kubu yang berpindah-pindah alasan dasar mereka adalah meneruskan adat melangun yaitu meninggalkan tempat apabila ada sanak saudara yang meninggal. Karena tempat tersebut membawa sial jika tetap ditinggali.

Suku Kerinci mendiami Kabupaten Kerinci dan sebagian kecil dari beberapa kabupaten di Jambi juga merupakan keturunan Kerinci. Mereka diperkirakan berasal dari Hindia Belakang yang datang dari semenanjung Malaka, Kepulauan Riau dan terus menyusuri Sungai Batang Hari untuk mencari daerah yang subur hingga tiba di Kerinci. Kebudayaan Kerinci banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Minangkabau, antara lain dapat dilihat dari ungkapan tradisional Kerinci yang banyak persamaannya dengan ungkapan minangkabau disamping itu kebudayaan Islam dan Melayu Jawa juga mempengaruhi kebudayaan Kerinci.Suku Bajau terdapat di kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Timur yang mendiami perairan laut, dimana mata pencarian mereka adalah menangkap ikan dan kerang. Bagi suku ini, laut merupakan sentral atau pusat kehidupan utama yang berlangsung secara turun temurun. Suku Bajau tidak hanya di Propinsi Jambi tetapi juga di temukan di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Riau dan Filipina Selatan sedangkan asal-usul suku ini hingga saat ini belum ditemukan secara pastti karena banyak dilatar belakangi dari mulut ke mulut.

Orang Batin dimana pemukimannya banyak tersebar di Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo dan Kabupaten Batanghari. Diperkirakan orang Batin berasal dari daerah pegunungan sebelah barat dimana perpindahan tersebut sekitar abad 1 masehi. Pada masa kekuasaan Kesultanan Jambi, Orang Batin dianggap sebagai orang dalam (keluarga) sehingga mereka memiliki pemerintahan sendiri dan tidak dikenakan biaya wajib kerja untuk kesultanan.

Orang Penghulu mendiami Kabupaten Tebo, Bungo, Merangin dan terutama di Kabupaten Sarolangun, mereka merupakan bertransmigrasi dari Minangkabau ke Jambi untuk mencari emas. Menurut sejarah, pada awal kedatangan mereka ke Jambi, mereka menggabungkan diri bersama Orang Batin.

Suku Pindah berasal dari daerah Rupit dan Rawan Sumatera Selatan dimana mereka kebanyakan mendiami Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Batanghari. Dimana perpindahan mereka disebabkan oleh letak daerah mereka yang berdekatan dengan daerah yang mereka tempati saat ini.

Suku Melayu Jambi, digolonghkan kedalam Melayu Muda dimana keberadaan masyarakat ini tumbuh bersama Kerajaan Melayu, dari temuan arkeologi dan sejarah telah membuktikan kerajaan tersebut adalah VII Koto dan IX Koto, Petajin, Maro Sebo, Jebus, Air Hitam, Arwin, Penagan, Miji, Pinokawan Tengah, mestong, Kebalen dan Pemayung.

Dalam pergaulan hidup sehari-hari masyarakat jambi baik penduduk asli maupun pendatang dituntun oleh “Adat Bersendikan Syarat, Syarat Bersendikan Kitabulah” artinya hukum addat yang berlaku adalah adat yang bersendika hukum islam.

Sumber: http://anjungantmii.com

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: