Skip to content

Banjir Mengancam, Ribuan KK Bakal Terendam

24/12/2011

Musim hujan yang terjadi saat ini menyebabkan debet air sungai Batanghari yang terus naik. Dari pantauan koran ini, debet air sungai yang semula 23 cm naik menjadi 48 cm. Ini mengakibatkan ada ribuan Kepala Keluarga (KK) yang terancam banjir.

Bahkan di Kabupaten Batanghari warganya mulai terkena musibah banjir seperti di beberapa desa pada dua kecamatan yakni, Kecamatan Batin XXIV dan Kecamatan Pemayung.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pemda Merangin dan Tebo, air sungai mulai naik, dan bisa kita perediksi dalam waktu dekat luapan itu akan sampai di Jambi, Air Sungai Batanghari akan naik,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, HM Zubaidi AR, kepada koran ini.

Dirinya mengatakan, saat ini ada sekitar 1130 kepala keluarga yang berada di daerah rawan banjir atau berada di DAS Sungai Batanghari. Disebutkannya, ada beberapa kawasan yang terancam banjir.

Diantaranya, Pemayung, Sungai Putri, Legok, Pasar Jambi dan di Sijenjang. Sementara itu, di daerah seberang Kota Jambi, juga dipastikan akan mendapat limpahan banjir, namun Zubaidi mengaku tidak terlalu mencemaskan. Karena, perumahan di daerah seberang sudah siap dengan banjir. ‘’Di seberang, masyarakatnya menggunakan rumah panggung. Kita tidak terlalu pusing, ‘’ ujarnya.

Untuk menanggulagi banjir, Zubaidi mengakui pihaknya siaga selama 24 jam, terutama untuk menerima laporan bencana lewat telepon.

“Ada 800 personel Tagana yang siap sedia setiap saat dikerahkan jika ada bencana, kita tinggal berkoordinasi saja, karena Tagana itu dikelola oleh pemkot Jambi,” terangnya.

Sementara itu, untuk logistik dijelaskan Zubaidi, pihaknya sudah siap. Terutama logistik seperti peralatan pertolongan pertama, tenda, dan bahan makanan.

“Kita juga berkoordinasi dengan pihak TNI untuk logistik seperti tenda, bahkan untuk penanggulangan bencana, TNI juga bisa di ikutsertakan,” tambahnya.

Untuk logistik, diakui Zubaidi, pihaknya juga bekerjasama dengan dinas sosial. “Untuk bantuan dana, kita juga bisa punya cadangan, yakni di biro keuangan, biasanya disebut dana cadangan untuk

bencana,” tukasnya.

Kadis PU Kota Jambi, Saiful Zakaria, sendiri mewacana untuk membuat kolam retensi. Saiful, meyakini, hal itu bisa mengatasi persoalan banjir.

“Untuk kolam retensi memang sudah kita temukan beberapa titik dari alur anak sungai untuk dijadikan kolam retensi, hanya saja kami terbentur dengan biaya,” katanya tanpa merincikan langsung dimana titik-titik yang bakal dijadikan kolam retensi itu.

Menurutnya, pembuatan kolam retensi sangat baik dampaknya. Ditanyakan mengenai besar kolam retensi yang dibutuhkan untuk satu lokasi rawan banjir, disebutkannya, hal itu berdasarkan dari cekungan lokasi. “Kalau cekungan 1 hektare, ya 1 hektare,” sebutnya.

Tingginya debet Sungai Batanghari ini, kemarin juga menyebabkan, Kantor Satuan Perlindungan Masyarakat dan Penangulangan Bencana (Kesbangpol  Linmas) Batanghari menetapkan status siaga III untuk kawasan wilayah itu.

Syamral Lubis, selaku Kasi Penanggulangan Bencana Alam saat dikonfirmasi mengakui, ketinggian air telah merendam beberapa desa pada dua kecamatan yakni Kecamatan Batin XXIV dan Kecamatan Pemayung.

“Untuk sekarang, banjir ini sudah merendam halaman rumah warga, namun, belum ada laporan  masuk dalam rumah warga,”ucapnya.

Selain itu, dikatakanya lagi, selain halaman rumah warga yang sudah terendam banjir,  ada sekitar 300 hektare kebun karet warga di Kabupaten Btanghari yang terendam banjir.

“ Akibatnya masyarakat kehilangan lapangan pekerjaan, dan ini harus ada solusi yang baik untuk masyarakat. Sejak tiga hari terakhir ini sambung dia, pemkab Btanghari Siaga III untuk mengatasi banjir,”akuinya.

Dari Kabupaten Muarojambi dilaporkan bahwa menghadapi puncak musim hujan pada bulan Desember ini, ada 6 kecamatan yang berpotensi tinggi mengalami musibah banjir. Diantaranya,  Kecamatan Kumpe, Kumpe ulu, Maro sebo, Sekernan, Taman Rajo dan Jaluko.

“Hingga saat ini belum ada daerah yang mengalami banjir, namun ketinggian air semakin hari semakin naik, kami akan terus melakukan pemantauan ketinggian air agar juga dapat diketahui oleh masyarakat,” ujar M. Zakir kepala BPBD Muarojambi.

Sementara untuk langkah penanganan menghadapi bencana musiman ini, pihak BPBD juga telah melakukan berbagai persiapan salah satunya ialah posko siaga bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kesabangpol, Bungo, Yohanes Arfandi, sendiri menyebutkan, kabupaten Bungo masih aman dari bencana banjir.

“Laporannya belum ada masuk ke kita. Saya rasa kabupaten Bungo masih aman sejauh ini,” ungkapnya via telepon, Minggu kemarin (18/12).

Mengenai potensi, diakui olehnya, semua daerah di kabupaten Bungo berpotensi banjir karena ada air besar atau jika air sungai terus meluap. Akan tetapi diyakininya tidaklah menjadi bencana.

Sedangkan dari Sarolangun dilaporkan, pihak Pemkab telah mempersiapkan antisipasi untuk menanggulangi bencana banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Bahkan belum lama ini Bupati Sarolangun telah memimpin langsung rapat koordinasi untuk menanggulangi apabila terjadinya bencana alam.

Kabag Humas pemkab Sarolangun, M. Idrus, saat dihubungi koran ini membenarkan bahwa pemkab sarolangun sudah mempersiapkan antisipasi penanggulangan bencana banjir.

“Belum lama ini Bupati telah memimpin langsung koordinasi untuk mengatasi bencana banjir, dengan melibatkan beberapa SKPD diantaranya, Kesbangpol, Sosnaketrans, dan Pol PP,” ujarnya.

Dijelaskannya, adapun daerah yang rawan bajir tersebut merupakan daerah yang berada dipinggiran sungai seperti, di kecamatan Limun, Cermin Nan Gedang, Pelawan, Sarolangun, Air Hitam, Pauh. Dan untuk daerah yang sering longsor yaitu di kecamatan Batang Asai.

“Daerah yang rawan bencana banjir merupakan daerah yang berada di pinggiran sungai. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk siaga selama musim hujan ini,” imbuhnya.

Dari Tanjabar sendiri dilaporkan, pihak Badan Kesbangpolinmas Tanjab Barat, sejauh ini sudah menyiapkan peralatan di daerah yang dianggap rawan banjir. Kepala Badan Kesbangpolinmas Tanjab Barat, Andika, mengakui saat ini curah hujan sangat tinggi. Sehingga bisa menyebabkan kebanjiran.

“Untuk daerah yang dianggap rawan banjir, kita sudah menyiagakan peralatan di daerah tersebut, “ujarnya kemarin via ponsel (18/12)
Dikatakannya, untuk wilayah Tanjab Barat, yang rawan kebanjiran terdapat di lima Kecamatan Wilayah Ulu (Muara Papalik, Batang Asam, Merlung, Renah Mendaluh, Tungkal Ulu). Sedangkan di wilayah ilir hanya banjir rob yang merupakan rutinitas tahunan.

“Di ulu, jika terjadi saja hujan dua hari air akan tergenang dan mengakibatkan kebanjiran, “katanya.

Dari Tanjabtim dilaporkan, M Taher selaku Pelaksana Tugas Kaban Kaban Kesbangpol Linmas yang juga Kepala Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Tanjung Jabung
Timur (Tanjabtim), mengatakan, pihaknya telah menyiagakan seluruh personil guna antisipasi kemungkinan terjadinya banjir di Tanjabtim.

“Kita kan memang ada linmas yang siap siaga,” katanya kemarin (18/12). Ia menyebutkan Berbak dan Rantau Rasau merupakan dua daerah langganan
banjir. “Berbak sampe ke Rasau tiap tahun yang harus diantsipasi,” terangnya.

Mengenai peralatan, tambah Taher, walaupun tidak memiliki perahu karet. Tapi pihaknya memiliki tenda darurat. Yakni tenda pleton dan tenda regu. “Perahu karet kan yang punya depsos. Kalau memang ada
banjir kita siap. Apalagi bantuan dirasa cukup,” paparnya. (wne/wsn/era/fri/imm/yos/kar)

Sumber : jambiekspres.co.id

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: