Skip to content

Jambi Hasilkan Migas 65 Ribu Barel Per Hari

07/12/2011

Setiap hari Provinsi Jambi mampu menghasilkan 65 ribu barel oil equiepment Minyak dan Gas Bumi (Migas). Jumlah itu, menurut Kepala Dinas (Kadis) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi, Irmansyah Rachman berasal dari beberpa perusahaan seperti Pertamina, Conoco Philips, Petro China dan Pearl Oil Tungkal Limited.

Sedangkan angka bagi hasil untuk provinsi/kabupaten yang diperoleh dari sektor Migas pada tahun 2010 adalah Rp500 miliar. “Rp 500 miliar adalah totalitas dana bagi hasil tahun 2010 untuk provinsi, kabupaten penghasil dan kabupaten non penghasil,” ujar Irmansyah.

Untuk saat ini, kata dia, sudah ada lima perusahaan tambang yang sedang melakukan eksplorasi Migas di Provinsi Jambi. Ia berharap kelima investor pertambangan Migas itu dapat menemukan adanya Migas di Jambi, sehingga akan lebih menambah pemasukan bagi Jambi.  Hasil Migas Jambi banyak diekspor ke Cina dan Singapura. Ia menambahkan bahwa ekspor hasil Migas tersebut adalah wewenang pemerintah pusat, termasuk daerah tujuan ekspornya. Terkecuali batu bara bisa dijual oleh pemerintah daerah setempat.
Dia menjelaskan, daerah penghasil Migas di Jambi tersebar di beberpa daerah antara lain, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Muarojambi, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur. Namun, untuk tingkat sumatera persentase Migas Provinsi Jambi secara keseluruhan hanyalah 3 persen. Angka itu sangat jauh sekali dibandingkan dengan dengan Riau yang bisa mencapai sekitar 42 persen. “Bahkan hanya di bawah 3 persen atau 2,9 persen untuk penghasil Migas di Sumatera,” jelasnya.

Menurut dia, hasil Migas Jambi banyak diekspor ke Cina dan Singapura. Ia menyatakan, ekspor hasil Migas tersebut adalah wewenang pemerintah pusat, termasuk daerah tujuan ekspornya. Terkecuali batu bara yang bisa dijual oleh pemerintah daerah setempat.

Sedangkan dari sektor pertambangan batu bara, kata dia, tahun 2010 Pemerintah Provinsi mendapat bagian hasil batu bara sebesar Rp 11 miliar. Nilai itu merupakan bagian untuk Provinsi Jambi, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004. Ia menjelaskan, dana pembagian hasil batu bara ini, Provinsi Jambi mendapat bagian 80 persen sedangkan 20 persen untuk pusat.

Sebesar 80 persen itu dibagi lagi untuk daerah penghasil mendapatkan 32 persen, untuk kabupaten/kota lainnya 32 persen dan 16 persen untuk Pemprov Jambi.Jika dikalkulasikan, pada tahun 2010 Provinsi Jambi secara keseluruhan hanya mendapatkan jatah bagi hasil sebesar Rp 55 miliar. Itu pun dibagi lagi, untuk Pemprov Jambi Rp 11 miliar, daerah penghasil Rp22 miliar, dan 10 kabupaten/kota lainnya mendapatkan masing-masing Rp 3,2 miliar.

Sementara hasil produksi batubara Jambi pada tahun 2010 mencapai 3,75 juta ton. Hasil ini berdasarkan produksi sekitar 27 perusahaan batubara di Jambi. 27 perusahaan tersebut sudah komersil, namun masih banyak juga yang belum. “Ada 347 perusahaan batubara yang sedang eksplorasi di Jambi, 80 di antaranya sudah mendapat izin eksploitasi, namun 27 yang baru komersil,” jelasnya.

Ke-27 perusahaan tersebut, lanjutnya tersebar di beberapa kabupaten se-Provinsi Jambi, di antaranya Kabupaten Sarolangun, Tebo, Batanghari, Muarojambi dan Tanjungjabung Barat. Sementara produksi terbesar ada pada Kabupaten Bungo. “Hanya saja, untuk produksi Kabupaten Bungo sebagian dimobilisasi lewat Padang, Sumatera Barat, karena lebih dekat ke ke Pelabuhan Teluk Bayur,” tambahnya. Soal potensi, batubara di Jambi cukup menjanjikan. Hanya saja, ia belum bisa mengatakan seberapa besar potensinya lantaran masih dalam tahap eksplorasi. Namun di Sumatera, potensi terbesar ada di Sumatera Selatan selanjutnya Riau dan Jambi. (apj)

Sumber: http://metrojambi.com

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: