Skip to content

Jembatan Sarolangun Rawan Runtuh

06/12/2011

10 Jembatan di Provinsi Jambi Mengkhawatirkan

Tak mau kecolongan seperti tragedi runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), tim bentukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi bergerak cepat mengecek dan melakukan inventarisasi sekitar 700 jembatan di wilayah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Dari hasil survei sementara, tim menemukan sekitar 10 jembatan masuk kategori dalam kondisi mengkhawatirkan.

Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi Asmarjani, usai peringatan Hari Bakti PU ke-66, Sabtu (3/12) lalu. “Sekarang ada kondisi jembatan di” Jambi yang sudah mengkhawatirkan. Dan itu menjadi perhatian kita,” katanya. Sayangnya, Asmarjani belum mau membeberkan jembatan mana saja yang kondisinya mengkhawatirkan itu. “Sekitar 10 jembatanlah,” ujarnya.

Saat ini, katanya, PU sedang mensurvei berbagai jembatan tadi. Setelah itu, baru akan mengumumkan kondisi jembatan secara keseluruhan. “Kan jembatan di Provinsi Jambi tempatnya menyebar di berbagai daerah,” katanya.Sementara itu, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) berjanji akan memperhatikan jembatan nasional yang sudah berumur lebih dari 15 tahun. Menurut dia, Provinsi Jambi sudah membentuk Tim Survei Jembatan. Dia juga mengakui ada beberapa jembatan yang kondisinya perlu diwaspadai.

“”Selain mensurvei seluruh jembatan, tim juga akan mengecek jembatan-jembatan nasional yang sudah berumur 20 tahun lebih, itu yang perlu diwaspadai,” katanya. Di Jambi, kata HBA, banyak jembatan nasional” yang harus mendapat perhatian” dan pemeliharaan.

Dia menyebut jembatan yang berada di Jalan Lintas Sumatera, seperti di Batanghari, Sarolangun, Bungo, dan berbagai daerah lainnya. Jembatan itu, katanya, harus diantisipasi pemprov jauh-jauh hari.

Salah satu jembatan yang sudah dilakukan pengecekan adalah Jembatan Aur Duri atau Jembatan Batanghari I. Khusus terhadap jembatan ini sudah dilakukan pemeliharaan secara rutin. Selain itu, akan dipasang rambu tanda batas maksimal beban melintas di atas jembatan tersebut. Diharapkan tidak ada kendaraan bertonase lebih yang melintas.

“Jangan ada lagi mobil lewat” yang bertonase 45″ ton atau 60 ton, apalagi mereka parkir di atas jembatan. Karena sangat berbahaya, dan itu menjadi perhatian kita,” kata HBA

Seperti dfiketahui, Jembatan Batanghari I pernah beberapa kali ditabrak kapal tongkang. Dari data PU Provinsi Jambi, khusus Jembatan Batanghari I kondisi umum lantai dalam keadaan rusak berat atau angka 3. Karena itu, tipe jembatan Rangka Baja Australia (RBA) yang dibangun pada 1988 ini memamg perlu diperbaiki.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Provinsi Jambi Ivan Wirata menjelaskan, yang akan dicek tim bentukan PU adalah struktur jembatan di bagian bawah dan atas, termasuk pengaruh sungai serta tonase kendaraan yang melintas. Nanti akan ada nilainya, dalam kondisi baik, tidak baik, kritis atau lainnya.

Begitu pula bentangannya, produksi rangkanya dari mana, kondisinya seperti apa dan lainnya. “Itu akan kita cek semua,” ujarnya.

Ivan mengatakan, jembatan di Provinsi Jambi rata-rata dibuat pada 1996. Jembatan Batanghari I dengan panjang sekitar 500 meter dibuat pada 1988. Itu akan diinventarisasi dari lantai, atas dan lainnya. Meskipun untuk umur direncanakan 50 hingga 75 tahun dengan memperhitungkan pembebanan. Namun hal itu diakuinya dengan catatan kendaraan yang lewat adalah muatan sumbu terberat (MST) 8 ton. Penetapan tonase perlu untuk keamanan jembatan.

Data Dinas PU Provinsi Jambi, terdapat 303 jembatan di jalan nasional dalam Provinsi Jambi. Total panjang jembatan nasional ini 6.517 meter. Dari jumlah itu 106 jembatan atau 34 persen dalam kondisi baik sekali, 140 jembatan atau 46,20 persen baik, 33 jembatan atau 10,89 persen rusak ringan, dan 16 jembatan atau 5,28 persen rusak berat. Selain itu, terdapat tiga jembatan atau 0,99 persen dalam kondisi kritis atau tidak mantap dan lima jembatan atau 1,65 persen dalam kondisi runtuh atau tidak ada jembatan.

Sementara, jembatan yang berada dalam jalan provinsi terdapat 393 jembatan dengan panjang 7.302 meter. Dari jumlah itu 177 jembatan atau 45,04 persen dalam kondisi baik sekali, 74 jembatan atau 18,83 persen dalam kondisi baik atau mantap. Sedangkan untuk jembatan yang berada dalam kondisi rusak ringan terdapat 67 jembatan atau 17,83 persen dan 40 jembatan atau 10,18 dalam kondisi rusak berat. Jembatan yang masuk kategori kritis terdapat 16 jembatan atau 4,07 persen dan 19 jembatan dalam kondisi runtuh atau tidak ada jembatan.(pia)

Sumber: http://www.jpnn.com

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: