Skip to content

Harga Karet Terus Anjlok di Jambi

03/12/2011

Satu bulan terakhir, para petani karet benar-benar dibuat kelimpungan. Pasalnya, harga jual karet di tingkat petani terus merosot hingga ke level terendah sepanjang 2011. Jika biasanya harga jual karet, dibanderol paling rendah Rp 27 ribu/kg  –  Rp 30 ribu/kg, namun sebulan terakhir harga karet yang terus anjlok hingga Rp 16.000/Kg.

“Saat ini harga jual karet terus turun dari hari ke hari. Bahkan sepanjang 2011, harga karet yang saat ini hanya dibandrol Rp 16 ribu/kg merupakan harga terendah. Kondisi ini, benar – benar membuat para petani menjerit,” ungkap Tris Muslina Kasi Bina Usaha Disperindag Provinsi Jambi, Kepada Jambi Ekspres kemarin (26/11).

Diakui Tris, penyebab turunnya harga komoditi karet di pasaran bukanlah diakibatkan karena permintaan sepi. Melainkan kondisi cuaca yang tidak menentu sejak awal November kemarin. Sehingga petani enggan untuk menyadap. Kondisi tersebut bukanlah hal baru baginya. Tingginya curah hujan akhir-akhir ini menjadikan problematika yang mendasar bagi seluruh petani.Justru sebaliknya kata Tris, saat ini permintaan komoditi karet untuk pasar dunia sangat meningkat. “Kalau cuaca seperti ini jelas mempengaruhi harga komoditi karet lokal. Apalagi kadar karet kita sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain,”ujarnya.

Tris tidak dapat memprediksi sampai kapan cuaca dapat berangsur normal kembali. Namun ia memastikan kondisi seperti ini biasanya tidak berlangsung lama. Jika cuaca sudah panas kembali tentunya harga karet dapat kembali normal.

Untuk itu, Ia berharap apabila kondisi cuaca nanti sudah mendukung, petanipun dapat meningkatkan kembali produksi getah karet yang dihasilkan. “Saya yakin harga karet nanti normal kembali, ini sudah hukum alam,”sebutnya singkat.

Tris mengatakan, apabila harga jual karet tak kunjung mengalami kenaikan ke level normal, biasanya para petani karet akan beralih profesi. Lantaran hasil penjualan karet sudah tidak menguntungkan lagi.

“Kalau harga jual karetnya tak kunjung mengalami kenaikan, tentu saja hal tersebut cukup mengancam. Para petani biasanya bakal alih profesi,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Juliansay Kepala Dinas Deperindag Kabupaten Tebo melalui sambungan telepon kemarin. Ia membenarkan anjloknya harga karet sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Harga karet untuk kadar 60 persen didaerahnya juga sedang turun dari harga biasanya. Untuk harga karet dengan kadar 60 persen biasanya mencapai 27 ribu – 30 ribu, kini dengan anjloknya harga karet dilevel terendah otomatis harga yang diterima petanipun sangat kecil.

“Sekarang harga karet kadar 60 persen hanya diterima petani sebesar Rp 16.699/kg,” tukasnya.

Diakuinya, anjloknya harga jual karet di tingkat petani yang terjadi sejak satu bulan terakhir, cukup berdampak pada perkonomian dunia. Laju perputaran uang pastinya akan mengalami gangguan. Hal ini dikarenakan hasil penjualan mengalami penurunan.

“Contoh saja biasanya pedagang yang menjual berbagai barang dan perabotan dalam satu bulan perputaran uangnya bisa mencapai angka paling rendah Rp 15 juta. Namun karena faktor anjloknya bisa saja perputaran uang yang masuk ke toko tersebut Rp 5 juta saja sulit ditembus. Itu semua terjadi dampak anjloknya harga jual karet di tingkat petani. Pasti disemua sektor akan terasa,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal lain yang menyebabkan jatuhnya harga karet yang terjadi saat ini adalah diakibat krisis pasar global yang terjadi di kawasan Eropa saat ini.

Bahkan Juliansyah sendiri tidak mampu memprediksi kapan harga jual karet di tingkat petani ini kembali  normal.  ‘’Soal itu kita tidak tahu pasti, karena hal ini sudah menjadi isu nasional,” tandasnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir permintaan konsumen lokal maupun luar negeri terhadap komoditas ekspor itu sebenarnya agak berkurang. Ini yang mendorong harga jualnya juga turun sekitar Rp 50 hingga Rp 100/kg.

“Sedangkan pasokan barang dari petani setempat lancar dan stok yang ada meningkat melebihi permintaan pasar yang cenderung melemah, ” ujarnya.

Seperti diketahui, Karet alam jenis slab 100 persen kadar karet kering (KKK) turun menjadi Rp 27.500/kg dari Rp 27.700/kg, Slab Bersih 60 persen jadi Rp 16.669/kg dan Rp 15.900 untuk karet slab bersih 50 persen.

Sumber: http://www.jambiekspres.co.id/

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: