Skip to content

PEMIMPIN KITO

Cek Endra melanjutkan masa kepemimpinannya di Kabupaten Sarolangun untuk lima tahun ke depan bersama pasangannya Pahrul Rozi. Pasangan tersebut dilantik dan diambil sumpah sebagai bupati dan wakil Bupati Sarolangun 2011-2016 oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) di Gedung DPRD Sarolangun.

Sekadar diketahui, sebelumnya kabupaten Sepucuk Adat Serumpun Pseko dipimpin HBA bersama Cek Endra. HBA kemudian mengikuti Pilkada Provinsi Jambi 19 Juni 2010 lalu dan meraih lebih dari 40 persen suara, mengalahkan tiga pasangan calon gubernur lain.

HBA kemudian dilantik menjadi Gubernur Jambi periode 2010-2015 oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi atas nama Presiden RI, Selasa (3/8/2010) di DPRD Provinsi Jambi. HBA menggantikan Zulkifli Nurdin, yang sudah dua periode memimpin di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Sementara itu, Cek Endra dan Pahrul Rozi berhasil meraup 50 persen lebih suara, mengungguli tiga pasangan lainnya; As’ad Isma-Maryadi Syarif yang mendapatkan perolehan suara 35 persen, Nasri Umar-Salahudin dan pasangan Evi Suhirman, dengan suara di bawah 10 persen.

As’ad tidak puas dengan hasil Pilkada dan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, gugatan ditolak dan pasangan Cek Endra dan Pahrul Rozi pun dinyatakan sebagai pemenang dan dilantik Gubernur Jambi.(*)

Visi dan Misi Kabupaten Sarolangun 2006 – 2011

Visi:
Bertitik tolak dari kondisi dan potensi Kabupaten Sarolangun pada masa lalu, sekarang serta peluang dan tantangan di masa mendatang dan sejalan dengan pasal 5 Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional maka disusun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMD) Kabupaten Sarolangun yang merupakan penjabaran dari Visi, Misi dan Program Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun terpilih selama 5 (Lima) Tahun ke depan. Visi Pembangunan Kabupaten Sarolangun tahun 2006 – 2011 adalah: Terwujudnya Sarolangun menjadi EMAS (Ekonomi Maju, Adil Aman dan Sejahtera)

Ekonomi Maju Menggambarkan pesatnya perkembangan ekonomi di Kabupaten Sarolangun yang dapat diindikasikan dari pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita yang tinggi, pergeseran struktur ekonomi yang mengarah pada sektor industri dan jasa yang didukung oleh sektor pertanian yang tangguh, keterkaitan antar sektor yang makin kuat dan bergerak dengan cepat, tersedianya sarana dan prasarana ekonomi yang baik, pola pertanian yang cenderung berubah dari pola sub sistem ke pertanian modern.
Adil Menggambarkan keadilan dalam kehidupan ekonomi, politik, sosial, dan budaya serta keseimbangan pembangunan antar sektor perkotaan dan pedesaan antar wilayah dan antar kelompok masyarakat sesuai dengan prioritas dan kebutuhan.
Aman Menggambarkan kondisi yang kondusif untuk melakukan aktivitas pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan yang didukung oleh kepastian hukum.
Sejahtera Menggambarkan kondisi masyarakat yang ideal yang dapat digambarkan dari terpenuhinya kebutuhan hidup sebagian besar masyarakat baik material dan spiritual (fisik dan non fisik) secara wajar, terbebas dari kemiskinan dan tekanan hidup.

Misi:
Untuk dapat mewujudkan Sarolangun menjadi (EMAS) Ekonomi Maju, Adil, Aman dan Sejahtera maka visi tersebut dijabarkan dalam 5 (lima) misi pembangunan Kabupaten Sarolangun selama periode 2006-2011 sebagai berikut:

Meningkatkan infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi serta percetakan sawah baru termasuk sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, listrik dan air bersih.
Meningkatakan taraf perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat dengan memberikan perhatian utama pada usaha pembangunan ekonomi daerah.
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui percepatan peningkatan taraf pendidikan dan kesehatan masyarakat dan penanganan masalah-masalah sosial, serta dengan mengembangkan nilai-nilai agama dan budaya.
Meningkatkan jaminan kepastian dan perlindungan hukum.
Meningkatkan pelayanan publik melalui penyelenggaraan pemerintahan daerah yang baik dan demokratis.

Untuk mencapai visi Sarolangun EMAS ditopang 3 (tiga) pilar utama pembangunan yakni :

Pemerintah daerah yang efektif
Sumber daya manusia yang berkualitas
Sumber daya alam yang potensial

Guna mewujudkan berbagai program sebagaimana termuat dalam visi dan misi pembangunan Kabupaten Sarolangun lima tahun kedepan ditetapkan MOTTO: ” Desa Makmur Kotapun Terbangun”

Selain itu juga dirumuskan empat prioritas atau agenda pembangunan Kabupaten Sarolangun yaitu:

Mewujudkan ekonomi masyarakat Sarolangun yang lebih maju
Mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sarolangun yang lebih berkualitas
Mewujudkan pembangunan Sarolangun yang lebih berkeadilan
Mewujudkan Sarolangun yang lebih aman.

sumber: http://www.sarolangunkab.go.id

 

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2011-2016

Dalam RPJMD 2011-2016, dirancang Visi pembangunan  adalah “Sarolangun yang lebih maju dan Sejahtera“. Ada pun  Misi pembangunan adalah  pertama meningkatkan infrastruktur pelayanan umum. Kedua, meningkatkan perekonomian rakyat dan daerah. Ketiga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Keempat meningkatkan  tata kelola pemerintahan yang baik. Dan kelima, meningkatkan tata kehidupan masyarakat yang agamis dan dinamis. Kabupaten Sarolangun memiliki luas wilayah 6.174 km2 atau 12,33 persen dari luas Provinsi Jambi, terletak pada ketinggian 20 sampai dengan 1.950 meter dari permukaan laut. Jumlah penduduk tahun 2010 mencapai 246.245 jiwa, atau sebesar 7,70 persen dari jumlah penduduk Provinsi Jambi dengan rata-rata kepadatan penduduk sebesar  40 jiwa/km2, dan rata- rata pertumbuhan penduduk 3,28 persen.

Secara Administratif pada awal berdirinya Kabupaten Sarolangun terdiri atas 6 kecamatan, 4 kelurahan, dan 125 desa. Saat ini Sarolangun memiliki 10 kecamatan, 9 kelurahan dan 134 desa dengan jumlah PNS sebanyak 5.457 orang. Untuk melihat kemajuan yang telah tercapai, dapat dilihat dari indikator ekonomi makro dan indikator sosial yang menjadi tolak ukur secara nasional. Capaian pada bidang ekonomi, dari tahun ke tahun menunjukan tren yang positif. Di lihat dari indikator makro ekonomi, PDRB Sarolangun saat ini  sudah mencapai angka sebesar Rp.3.755,44 triliun, Sedangkan PDRB per kapita pada pariode yang sama telah mencapai angka Rp 15,25 juta/orang/tahun. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Sarolangun telah mencapai angka 8,18 persen. Laju pertumbuhan ekonomi, termasuk kategori tinggi di antara 11 kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi 7,31 persen dan Nasional sebesar 6,1 persen. Angka Indek  pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sarolangun sebesar 72,46. Sebagai perbandingan, IPM Provinsi Jambi sebesar 72,74 dan IPM secara nasional sebesar 71,76 persen.

Gini Rasio atau ketimpangan pendapatan antar penduduk sebesar 0,28. Pada tahun yang sama Gini Rasio Provinsi Jambi 0,27 dan Gini Rasio secara nasional 0,33, Semakin kecil angka Gini Rasio suatu daerah, menggambarkan makin kecil ketimpangan pendapatan daerah tersebut. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2010 sebesar 9,67 persen dari total penduduk. Jumlah angkatan kerja 97.237 orang, dimana 94.479 orang telah bekerja dan 2.758 orang atau 2,83 persen belum bekerja. Selanjutnya capaian kinerja pendidikan mengalami perbaikan yang mengembirakan ditandai meningkatnya indek pendidikan  dari 78,5 persen pada tahun 2009 menjadi 93,83 pada tahun 2010. Rata-rata angka partisipasi murni (APM)  Kabupaten Sarolangun adalah 71,4 persen, lebih tinggi  dari rata- rata  Provinsi Jambi yang sebesar 69,3 persen dan rata- rata nasional 69,4 persen.

Sedangjkan rata-rata Angka Partisipasi Kasar (APK) Kabupaten Sarolangun sebesar 91,44 persen. Dimana rata- rata Provinsi Jambi sebesar 85,10 persen dan rata- rata nasional 85,04 persen. Partisipasi anak usia sekolah yang bersekolah cukup baik. Untuk derajat kesehatan masyarakat, dari berbagai indikator yang tersedia telah mengalami peningkatan yang cukup baik,terlihat dari angka kematian bayi yang 20
per 1000 kelahiran hidup.hal tersebut menunjukan prestasi yang cukup baik  bila dibandingkan dengan terget indikator Indonesia Sehat 2010. Yaitu 40 per 1000 kelahiran hidup. Begitu pula dengan angka kematian ibu yang saat ini sebesar 9 per 1000 kelahiran hidup, atau di atas target indikator Indonesia sehat 2010, yaitu 150 per kelahiran hidup.

Nilai APBD dari tahun ke tahun terus meningkat. Sebagai gambaran pada tahun 2006 belanja baru sebesar Rp 336,38 miliar lebih, sedangkan pada tahun 2011 telah berhasil kita tingkatkan Rp 710,28 miliar. Program pada tahun pariode 2011-2016 yang menjadi fokus antara lain, program pemenuhan kebutuhan pelayanan umum  dan pelayanan dasar masyarakat. Untuk  jalan, awalnya direncanakan kegiatan multiyears atau kontrak tahun jamak. Namun niat baik tersebut terpaksa tidak bisa dilaksanakan, karena substansi pasal 54 ayat (2), poin a adalah melarang dilakukannya kegiatan multiyeras. Program ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Untuk lima tahun ke depan adalah mencetak sawah baru, replanting karet 4 ribu hektar per tahun, pembibitan dan penggemukan sapi dan kerbau dan pemberdayaan balai benih ikan. Lima tahun ke depan, diharapkan  sektor-sektor  tersebut sudah mampu swasembada. Mulai tahun 2012 akan diluncurkan SERJUSADE (seratus juta satu desa dan kelurahan) sebagai pendukung SAMISAKE. Program peningkatan SDM menjadi fokus yakni pemberian beasiswa, pemenuhan guru ngaji dan da’i. Program pemamfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang berwawasan lingkungan, yakni lebih selektif memberikan izin investasi.

Program pemberdayaan budaya daerah, pemuda, dan olah raga. Untuk mendukung program tersebut, paling tidak di setiap kecamatan memiliki seni budaya lokal. Untuk diketahui pada tanggal 20-30 Juni 2012, Sarolangun menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jambi (Porprov) ke-20. Diharapkan even Porprov ini  sukses penyelenggara dan sukses prestasi. Cek Endra mengucapkan terimakasih atas bantuan Pemprov Jambi yang telah mengucurkan dana  untuk perbaikan jalan Muaratembesi – Sarolangun, jalan Pelawan-Gerabak-Pekan Gedang- Muara Talang. Demikian pula lanjutan pembangunan Dam Kutur dan rencana pembangunan Dam Batang Asai. Pemkab Sarolangun juga berhasil meraih prestasi gemilang, misalnya pada tahun 2011 ini untuk ketiga kalinya  Sarolangun mendapat penghargaan Piala Adipura.
Sarolangun juga meraih penghargaan Indonesia Hijau, Penghargaan Program Peningkatan Beras Nasional atau P2BN, Penghargaan Pramuk Satya Lencana Melati, Penghargaan Juara pertama P2WKSS tingkat Provinsi Jambi 4 kali berturut-turut 2006-2010, dan banyak lagi yang lainnya.

Sumber: http://metrojambi.com

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: